jalanankosong

raihlah mimpimu


Tinggalkan komentar

Belajar dari Pesawat

Tugas luar kota itu paling menyenangkan bagi para bujang. Selain refresing dan menambah penglman, tugas luar kota adalah ajang menghindari rutinitas kantor yang membosankan.

image

Sayap pesawat

Yah kali ini saya berkesempatan berkunjung ke kediri, kan mbatu serta berrapa titik kaki gunung kelud. Walaupun sangat singkat tapi ini adlah perjalanan yang menyenangkan.

Inilah pertama kali saya menggunakan transportasi udara, udik memang tapi begitulah Allah baru mempercayakan saya menaiki burung besi beberapa minggu lalu. Ternyaa tidak serumit yang dibayangkan tetapi harus datang paling tidak satu jam sebelum keberangkatan.

Allah telah berfirman:

Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. .( Ibrahim :32)

Pesawat yang saya tumpangi adalah rahmat yang diberikan Allah, yaitu Allah telah menundukan pesawat dan udara disekitarnya untuk bisa menjadikan pesawat mengangkat ke udara, membawa kami dari jakarta surabaya hanya dalam waktu satu jam. Melayang stabil di atas ketinggian 3000m lebih lebih tinggi dari puncak gunung tertinggi yang pernah saya daki. Sema terlihat kecil dari atas sini. Saya merasa kecil daripada ciptaan Allah yaitu bumi dan angin yang tegak tanpa tiang. Apalagi dibandingkan dengan Allah kita sangatlah kecil. Bersyukurlah kepasa Allah dengan menjalankan perintahnya dan jauhi larangannya.

image

Bumi itu kecil kita lebih kecil

Iklan


Tinggalkan komentar

Pandangan haram

Bismillahirrahmanirrahim

image

Kemaren saya menyempatkan diri pergi ke Mall Ambas bersama dengan teman teman saya. Ketika samapi di Ambas, teman-teman langsung bersorak
“Nah ini baru yang namanya cuci mata.”

Lagi lagi, kaum hawa yg berpakaian serba minim dan terbuka mereka anggap sebagai air+sabun pencuci mata. Batin saya, ih norak banget si mereka. Padahal saya juga he he he he, sambil terus nyebut “subhanallah astaghfirullah.”

Tapi dibalik ke-norak-an mereka itu, ternyata tersimpan sebuah rahasia kehancuran besar, yaitu dosa memandang yang tidak boleh dipandang atau memandang yang haram. Padahal kata ustadz yang sering mengisi di masjid BI, (maaf nih lupa namanya) kalau kita menjauhi memandang yang haram, maka hati kita akan ditenangkan hingga hari kiamat. Nah lo.. mantep kan.

Hayo siapa yang hatinya gak tenang, mungkin kalian terlalu banyak memandang yang tidak boleh dipandang tu.. jadi kata ustadz itu lagi bertutur, Ketika kita “mencuci mata”, sebenarnya kita bukan mencuci mata, tapi mengotori mata kita sendiri dan juga mengotori hati kita dengan hal hal maksiat. Jadi hati semakin gak tenang karena dikotori oleh pandangan-pandangan haram.

“Kan pandangan pertama itu rejeki, pandangan kedua baru dosa.”

La kalau kalian memandangnya dengan nafsu, ya tetep dosa apalagi dilama-lamain ngliatnya dengan pedoman belum berkedip. Huuu dasar ngawur. Agar tidak dosa, kata ustadz itu lagi, langsung palingkan pandangan kita ketempat lain, itu baru yang namanya pandangan pertama yang merupakan rejeki, bukan ketika tidak sengaja memandang malahan kesempatan dan memperlama pandangan kita ke tempat yang haram untuk dipandang itu.

Ya, jika ingin diberi ketenangan hati hingga hari kiamat, maka jauhilah memandang apa yang haram untuk dipandang, agar hati bersih dan pikiran sehat serta mata indah. :p sehingga ketika di akhirat mata kita ditanya, “hai mata untuk apa sajau kau digunakan oleh pemilikmu” lalu jawab mata “Aku tidak pernah digunakan untuk memandang kecuali yang halal, dan ketika aku melihat yang haram pemiliku selalu memohon ampun kepada Allah dan mensucikanNya dari hal-hal yang haram”, Sehingga insyaAllah kita pantas untuk masuk ke syurga dan bertemu Rasulullah dan dapat memeluknya.

aamiin


Tinggalkan komentar

Pandangan haram

Bismillahirrahmanirrahim

image

Kemaren saya menyempatkan diri pergi ke Mall Ambas bersama dengan teman teman saya. Ketika samapi di Ambas, teman-teman langsung bersorak
“Nah ini baru yang namanya cuci mata.”

Lagi lagi, kaum hawa yg berpakaian serba minim dan terbuka mereka anggap sebagai air+sabun pencuci mata. Batin saya, ih norak banget si mereka. Padahal saya juga he he he he, sambil terus nyebut “subhanallah astaghfirullah.”

Tapi dibalik ke-norak-an mereka itu, ternyata tersimpan sebuah rahasia kehancuran besar, yaitu dosa memandang yang tidak boleh dipandang atau memandang yang haram. Padahal kata ustadz yang sering mengisi di masjid BI, (maaf nih lupa namanya) kalau kita menjauhi memandang yang haram, maka hati kita akan ditenangkan hingga hari kiamat. Nah lo.. mantep kan.

Hayo siapa yang hatinya gak tenang, mungkin kalian terlalu banyak memandang yang tidak boleh dipandang tu.. jadi kata ustadz itu lagi bertutur, Ketika kita “mencuci mata”, sebenarnya kita bukan mencuci mata, tapi mengotori mata kita sendiri dan juga mengotori hati kita dengan hal hal maksiat. Jadi hati semakin gak tenang karena dikotori oleh pandangan-pandangan haram.

“Kan pandangan pertama itu rejeki, pandangan kedua baru dosa.”

La kalau kalian memandangnya dengan nafsu, ya tetep dosa apalagi dilama-lamain ngliatnya dengan pedoman belum berkedip. Huuu dasar ngawur. Agar tidak dosa, kata ustadz itu lagi, langsung palingkan pandangan kita ketempat lain, itu baru yang namanya pandangan pertama yang merupakan rejeki, bukan ketika tidak sengaja memandang malahan kesempatan dan memperlama pandangan kita ke tempat yang haram untuk dipandang itu.

Ya, jika ingin diberi ketenangan hati hingga hari kiamat, maka jauhilah memandang apa yang haram untuk dipandang, agar hati bersih dan pikiran sehat serta mata indah. :p sehingga ketika di akhirat mata kita ditanya, “hai mata untuk apa sajau kau digunakan oleh pemilikmu” lalu jawab mata “Aku tidak pernah digunakan untuk memandang kecuali yang halal, dan ketika aku melihat yang haram pemiliku selalu memohon ampun kepada Allah dan mensucikanNya dari hal-hal yang haram”, Sehingga insyaAllah kita pantas untuk masuk ke syurga dan bertemu Rasulullah dan dapat memeluknya.

aamiin