jalanankosong

raihlah mimpimu


Tinggalkan komentar

Makan daging bangkai

Bismillahirrahmanirrahim
image

Membicarakan kejelekan orang lain tanpa ada dia didepan kita itulah ghibah, itu diibaratkan kau memkan daging bangkai saudaramu.
Lalu sebelah saya nyletuk
“sob tapi kalo yg kita omongin itu benar kan gapapa..”
lai itulah yg namanya GHIBAH, kalo yg kita bicarakan itu tidak benar barulah namanya FITNAH.
“Trus berarti langsung ngomong donk didepan orangnya itu gakpapa”,
kalo itu menyakiti hati yg kita omongi itu dosa juga lo..
“trus jadi gimna donk, ngomong ngak ada orangnya dosa didepan orangnya dosa???”
Ya kalo hanya sekedar untuk menunjukan kejelekan orang itu ya mending jangan diomongkan.

Kecuali,
Jika kamu ingin agar dia berubah menjadi lebih baik
Jika itu demi kebaikan
Maka sampaikanlah dengan mulia, dengan lembut sebisa mungkin tidak menyakiti. Semata mata agar mereka tahu kesalahannya, agar hijrah ke jalan yang benar. Usahakan sampaikan jangan didepan orang banyak. Sampaikan kesalahan dia dari hati ke hati.

“Wah kalo sudah terlanjur ber-ghibah gimana donk”
Jika terlanjur untuk berghibah maka bertobatlah kepada Allah dan minta maaflah kepada orang yg kita bicarakan.

Inilah bahayanya mulut, jika tak pandai pandai dijaga bisa bisa dosa yang kita dapat. Lebih baik diam jika kita tak yakin kalau omongan itu berguna. Hindari obrolan yg tidak ada gunanya. Jaga hati agar tidak berghibah. Astaghfirullah mudah mudahan kita dijuhkan dari ghibah hati dan mulut.

Perbanyaklah cari kesalahan pada diri agar kita terhindar dari mencari kesalahan orang lain.

-Mendengarkan Islam Itu Indah tapping 4-


2 Komentar

Pencapaian cita cita

Bismillahirrahmanirrahim

image

Ini bukan soal keberuntungan ataupun ketidaksengajaan, tapi ini adalah pencapaian sebuah cita cita yang telah diukir didalam otak dan dijadikan sebuah pelita dalam hati.

Beberapa bulan yang lalu saya ingat ketika teman saya itu mengganti sebuah wallpaper di PC nya dengan sebuah barang impian yg ingin dia punya. Ya gambar sebuah motor cowo yang menjadi impian kebanyakan cowo, motor CBR. Dia teman saya bilang kalau kita ingin sesuatu maka semakin banyak kita melihat apa yang kita inginkan maka semakin kuat kita menginginkannya dan itu yang akan menumbuhkan semangat untuk action demi mendapatkannya.

Maka dengan berbekal cita cita itu, dia memajang foto motor CBR di wallpaper PCnya, tadi malam motor yang tadinya hanya ada di wallpaper saja, kini sudah terparkir di parkiran kosan. Yah apakah itu kebetulan, apakah itu suatu keberuntungan. Jawabannya adalah TIDAK, itu semua adalah hasil usaha atas apa yang ia citakan.

Kata teman saya itu, “ketika kita punya impian, tempel impian itu ditempat dimana kita sering menjumpainya, sehingga otak selalu tergerak untuk menggapai apa yang kita citakan itu. Aku pajang di wallpaper PC, aku liat setiap kali bekerja di depan PC, otakku selalu memikirkan bagaimana cara untuk mencpainya. Dan alhamdulillah itu adalah energi positif besar yang mendorong aku untuk mencapainya. ”

Seketika juga saya merenung, aku apa cita cita yang sudah saya capai dan seberapa cepat pencapaiannya. Ada sih kamera DSLR tapi itu tercapai setelah sekian lama saya mimpikan. Berarti bisa juga saya kurang kuat usahanya. Kurang kuat semangat untuk mendapatkannya.


Tinggalkan komentar

Mengertilah dengan Cinta

image

Bismillahirrahmanirrahim

Saya dulu berpikir ketika saya menghadapi seseorang maka saya memposisikan bagaimana ketika saya berada di posisi orang itu, agar saya tau bagaimana memperlakukan orang itu agar nyaman atau agar orang itu tidak tersinggung. Tapi malah saya sering disebut egois atau maunya menang sendiri. Kenapa ya??

Setelah saya bertanya kesana kemari mka didpatkan satu kesimpulan bahwa saya memang egois karena memperlakukan orang lain menurut keinginan saya atau menurut apa yang saya rasakan. Seharusnya saya memperlakukan orang lain sesuai apa yang mereka mau, itu baru namanya memahami dan mengerti orang lain.

Kenapa bukan memperlakukan orang lain sebagaimana kau ingin diperlakukan, karena hati ini dengan hati orang lain berbeda. Kebiasaan kita dengan yang lain berbeda, latar belakang pun berbeda. Kebutuhan orang lain berbeda dengan kita. Maka saya berusaha merubah stetment diatas dengan “perlakukan orang lain sebagimana orang itu ingin diperlakukan” diluar konteks keegoisan pribadi orang yang kita hadapi ya. Yang penting kita harus mengerti orang lain maka kita akan dimengerti pula oleh orang lain.

Kata Salim A. Fillah dalam bukunya ” dalam dekapan ukhuwah ” bahwa kita harus punya kepekaan jiwa untuk mengenal kebutuhan jiwa orang yang kita cintai. Seperti cinta khatijah kepada rasulullah, ketika dia mendapati rasulullah basah kuyup karena keringat dingin setelah mendapat wahyu pertama, dia khatijah tidak bertanya macam-macam ketika melihat suaminya, Rasulullah dalam keadaan itu. Namun iya melihat apa yang dibutuhkan suaminya itu, bukan pertanyaan “kenapa?” Atau “apa yang terjadi suamiku?” Rasulullah saat itu lebih membutuhkan penenangan jiwa dan diri dari pada sekedar pertanyaan simpati. Maka ketika rasulullah meminta khatijah untuk menyelimutinya, maka khatijah pun langsung menyelimuti rasulullah tanpa banyak tanya, Hingga hati rasulullah tenang. Itulah yang dinamakan memahami keadaan hati orang yang dicintai.

Seperti kisah kelinci dari china yang membuka toko kelontong di sebelah stadion pertandingan matador di spanyol. Ketika tahun baru china sang kelinci menghias tokonya dengan segala macam berwarna merah. Ketika ada si banteng yg ingin membeli ember di toko si kelinci tiba tiba si banteng menyeruduk seluruh isi toko sampai hancur dan tidak jadi membeli ember. Karena dianggapnya si kelinci menantang si banteng dengan warna merah. Padahal si kelinci merasa nyaman dan mengira pengunjung juga merasa nyaman dengan hiasan ala ala tahun baru cina yang serba merah. Hehehe

#kritik dan saran selalu diterima untuk peningkatan penulisan saya.. Kirim saja di ibnu.bgs@gmail.com atau @ibnukoel atau post comment dibawah juga boleh.. Matur suwun, kamsia, merci, arigato


Tinggalkan komentar

Berlapanglah walaupun benar

Debat, atau hanya sekedar diskusi yg diikuti dengan perbedaan pendapat, kadang sering menyulut emosi. Betul gak. Tapi kadang kita menikmatinya sebagai dinamika pertemanan. Pernah gak terpikirkan untuk menghindarinya, atau hanya berdebat seperlunya saja, lalu biarkan kemarahan hilang diganti rasa persaudaraan dengan orang yg kita hadapi.

Kata guru kehidupan saya bahwa lebih baik menghindari debat yang berkepanjangan, dan berlapanglah dengan apa yang kita perdebatkan itu.

“Walaupun kita benar sob?”
ya walaupun kita benar.
“nanti pendapat kita tidak tersampaikan dong.”
Biarkan saja, daripada kita bertengkar, persahabatan dan pertemanan (silaturahmi) itu lebih penting sob.  Tapi terkadang diskusi itu perlu sob, diskusi yang penuh dengan cinta. Diskusi dari hati ke hati. :p

Biasanya dengan berdebat kita akan tersulut api emosi, dan bisa bisa kita mengeluarkan kata yang tidak disukai oleh teman debad kita dan bisa saja melukai hatinya. Dan jika hati sudah terluka, mau disembuhkan dengan apa? Dengan kemenangan dalam berdebat? Atau dengan kekalahan? Apakah semudah itu menyembuhkan hati yang terluka, lalu bagaimana kalau hati kita yang terluka? Apakah kita bisa dengan cepat menyembuhkannya?

Jawab sendiri ya. Kalo saya sih menjawab TIDAK dengan huruf capital. Tapi jika terpaksa sudah terluka maka maafkanlah, dan berbijaksanalah untuk tidak membalas.
Ada sebuah ayat di AlQuran,

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. An-Nahl[16] : 125)

Menyampaikan sesuatu yang benar, debat salah satu jalannya, tapi Allah menempatkan cara ini di paling akhir, itu juga harus disampaikan dengan cara yang ahsan, atau bantahlah mereka dengan cara yang baik.  Selalu saja dihadapkan pada dua pilihan, antara memenangkan kebenaran atau memenangkan hati lawan bicara kita. –Salim A. Fillah-

Karena kata Salim A. Fillah lagi kalau hati itu sulit tunduk dengan hujjah atau argument, tapi hati akan mudah disentuh oleh ahklaq yang mulia, tanpa ditunjukpun dia akan mencari argument dia sendiri untuk mencari kebenaran. Dari hati ke hatilah kita dapat mempengaruhi orang bukan dengan argument yang tersusun rapi yang mematahkan pendapat orang dan membuatnya malu dengan pendapatnya.

Maaf untuk orang orang yang sudah atau sering saya debate untuk masalah yang sepele. Semua kesalahan bersumber dari saya pribadi yang masih terus belajar dan mencari kebenaran sampai akhir hidup. Dan jika terkadang saya benar semuanya  berasal dari Tuhan yang memiliki alam semesta ini, Allah.


Tinggalkan komentar

Maaf saya Saya hanya meliput tidak bisa menghibur banyak

Bismillahirrahmanirrahim
image

Hujan membawa saya  kembali ke daerah pengungsian banjir, sayang saya kesana bukan untuk membantu, tp hnya sekedar meliput. Keadaan di pengungsian ini lebih mirip barak barak tentara yg akan perang. Berjejer sepanjang rel jurusan tangerang tanah abang. Pasti krl mania dari tangerang tau deh.

Rumah rumah dipinggir rel kereta sudah terendam hampir sedada. MasyaAllah mudah mudahan mereka diberi kesabaran yg lebih. Sudah hampir mungkin seminggu lebih mereka tidur di pinggiran rel itu. Makan seadanya, tdur bersama sama. Mereka tidak mengungsi ke tmpt pengungsian yg lebih layak karena menjaga barang barng mereka dirumah. Karena di tempat ini kata beberapa penduduk sekitar rawan terjadi pencurian ketika banjir seperti ini.

Yg saya salutkan kepada mereka saudara saudara kita di pengunngsian pinggiran rel, mereka masih bisa menunjukan keceriaan diblik musibah yg menimpa mereka. Apalagi ketika tim reportase datang. Mereka mengira bahwa kita tim YKS yg membawa caesar atau yg lain. Mereka sudah senang dulu mau ada YKS padahal ini hanya reportase saja. Hehehehe..

Maaf ya saudara2ku, saya hanya meliput tak bisa menghibur banyak. Semoga kalian diberikan kesabaran lebih. Bnyak hikmah yg bisa diambil dari musibah ini. Seperti dikutip dari grup wa bahwa:

Jalan macet kereta macet no problem..
Yuk disimak

Tentang QS Al-Insyirah
Kalo kita lihat di alquran kita masing2, ayat 5 dan 6
Artinya “maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” itu diulang sampe dua kali
“Inna ma’a al’usri yusran”
Kalo diperhatikan ada dua kata disitu : al’usri dan yusran
Sebenarnya artinya itu lebih luas drpd sekedar “bersama kesulitan ada kemudahan”
Al ‘usri : kesulitan, adalah isim yg memakai aliflam (ma’rifah) yang berarti mufrad (tunggal). Maka artinya “satu kesulitan”
sedangkan Yusran : kemudahan, isimnya tidak memakai aliflam, melainkan fathah tanwin di belakangnya (nakirah) yg berarti jumlahnya tidak ditentukan alias bisa banyak. Maka yusran artinya “banyaak kemudahan”
Maka ayat tsb mengartikan jika ada satu kesulitan akan ada kemudahan yang tak terhingga menyertainya~
Pas tau tafsiran ini, baru nyadar, betapa Allah itu Maha Pemurah banget, jd terharu dan semangat lagi °\(^▿^)/°

Nah semat pagiiii…


Tinggalkan komentar

Kawanmu Seiman itu Cerminmu

ImageBismillahirahmanirrahim

Terinspirasi dan mengutip beberapa kalimat dari buku “Dalam dekapan ukhuwah” pengarang Salim A. Fillah.
Kadang kita pernah membenci sifat yg dimiliki seseorang, hingga kita membicarakannya kesana dan kemari. kadang sifat yg kita benci itu adalah sifat buruk. Kadang kita akan menasehati orang yg memiliki sifat jelek dengan membabi buta tanpa melihat keadaan sekitar. Kadang kita juga suka mengungkit ungkit kejelekan atau kesalahan orang padahal orang yg bersangkutan sudah menyesalinya. Kadang pula kita sering merasa lebih suci daripada teman teman kita yg melakukan perbuatan jelek. Apakah ini benar??

terlepas dari benar dan salah, Wallahu’alam, tapi saya pernah membaca, seorang penyair dari Jerman Herman Hesse berkata, “jika anda membenci seseorang, sebenarnya anda membenci sesuatu dalam dirinya, yang merupakan bagian dari diri anda. Apa yg bukan bagian dari diri anda sendiri sama sekali tidak akan mengganggu anda”. Maka bisa jadi ketika semua hal yg disebutkan diawal terjadi pada diri kita, semua sifat yg kita benci itu juga melekat tersembunyi ataupun terlihat jelas pada diri kita.

Nabi Muhammad juga pernah bersabda, bahwa :

Seorang yang beriman itu adalah cermin bagi saudaranya.

Jadi ketika kita berkaca pada teman dan menemukan aib didiri teman kita, ada kemungkinan aib itu juga ada pada diri kita. Seperti ketika kita bercermin, kaca memantulkan apa yg ada di diri kita, sehingga ketika kita ingin apa yg terpantul dalam kaca itu baik, maka perbaiki diri kita dahulu. maka ketika diri sudah baik, maka bercerminlah, maka bayangan di dalam cermin itu akan menjadi baik pula.

Jangan langsung men-cap orang punya sifat jelek sebelum kita melihat apakah didiri kita juga ada sifat seperti itu, perbaiki dulu apa yg ada didiri kita. InsyaAllah akan tercipta lingkungan dengan akhlaq mulia ketika kita bisa terus bercermin dan memperbaiki diri. bukan bercermin dan meminta cermin itu menjadi bagus tanpa mempercantik diri dengan ahlaq yg mulia.

Maaf kuucapkan untuk mu teman teman yg sering saya persalahkan atau mungkin sering saya menggurui kalian, itu semua datangnya dari diri saya yg tak terlepas dari difat sombong. Mungkin saya juga memiliki sifat yg saya tuduhkan ke teman teman. ayo kita perbaiki diri dan tebarkan semangat memperbaiki diri, perbanyak cermin, perbanyak pergaulan, semoga kita bisa menjadi pribadi yg bertaqwa. amiin.

singkat cerita ada seorang aktor pemeran pengganti. pagi hari sebelum berangkat kerja dia membaca tulisan ini. Hari ini dia berkesempatan memerankan tokoh setan kuntilanak. setelah dimake-up habis habisan, maka jadilah seorang kuntilanak palsu. Setelah selesai syuting pemeran pengganti ini pergi ke kamar mandi karena ingin kencing. Tapi ketika baru masuk kamar mandi dia langsung lari keluar kamar mandi lagi dan berteriak sekencang kencangnya, sambil berteriak, SETAAAAAAAAAAAANNNNNN…  ternyata dia takut melihat bayangan dia sendiri di Cermin kamar mandi. he he he he he…


Tinggalkan komentar

Jangan sombong walau hanya di hati

imageBismillahirrahmanirrahim

Pernah merasa lebih hebat dari yang lain? Atau pernahkah menganggap remeh suatu pekerjaan? Kalo pernah, ingat lagi bagaimana effek nya terhadap kualitas kerjaan kita. Biasanya ketika sudah merasa dirinya hebat bahkan lebih hebat dari orang lain, bahkan sampai menganggap remeh suatu pekerjaan maka bisa jadi kualitas kerjaan yg kita lakukan akan menurun.

Walaupun rasa sombong itu baru terbesit di dalam hati, itu sudah cukup untuk menurunkan kualitas kita dalam melakukannya. Ketika kualitas kerjaan kita menurun hasil yg didapatkan juga akan menurun. Pasti kamu kamu tidak mau kan kualitas kerjanya menurun. Maka hindari sifat sombong ini, walaupin baru muncul di hati.

Biasanya saya akan menutupi rasa sombong saya dgn berpikir orang lain pasti bisa melakukan lebih baik dari saya. Ketika saya tgs berdua dgn tman saya, sy akan paksakan pikiran saya untk berfikir teman saya bisa melakukan yg lebih baik dr saya, maka saya harus berusaha yg terbaik agar paling tidak sama dgn teman saya. Itu sangat membantu untuk menghilangkn pikiran bahwa saya lebih baik dr teman saya.

Ketika saya menghadapi persoalan kerjaan yg mudah, saya berusaha berpikir bahwa pekerjaan yg mudah ini akan mengasah kemampuan saya lagi. Kedua action itu membuat apa yg saya lakukan kualitasnya insyaAllah tidak menurun. Bahkan bisa bertambah. Walaupun lebih sering sulit untuk menghilangkan rasa sombong itu. Dan alhasil kerjaan saya kualitasnya menurun dan hasilnya kurang maksimal. Bayangkan kalo kita bisa menghilangkan rasa sombong, pasti hasil yg didapatkan akan lebih baik.

Alkisah ada dua orang pemuda yg naik gunung. Pemuda A menganggap gunung yg didakinya kali ini sangat mudah untuk didaki sehingga dia hanya membawa perlengkapan yg sedikit. Tanpa membawa tenda dan hanya membawa sedikit mkanan. Pemuda B membawa perlengkapan seperti biasanya. Lengkap dengan tenda dan perbekalan yg cukup.

Singkat cerita mereka tersesat dan hujanpun turun. Pemuda A kelabkan ketika hujan turun karena dia tidak membawa tenda untuk berlindung. Sedangkan penuda B walaupun tersesat dia bisa tidur tenang hingga pagi. Setelah dua hari tersesat dan mencari jalan pulang pemuda A mulai panik karena bekalnya sudah habis dari kemaren malam dan kelelahan karena tidak dapat istirahat dgn tenang. Sedangkan pemuda B dengan santai dan menikmati sarapannya dan terus berusaha mencari jalan kembali menuju perkampungan.

Tiga hari kemudian pemuda A ditemukan mati lemas karena kedinginan dan kehabisan bekal sedangkan pemuda B ditemukan oleh tim sar dalam keadaan sehat didalam tenda walaupun dalam keadaan lemas. Mau milih yg mana pemuda A yg mati tragis karena kesombongannya menghadapi kemudahan, atau pemuda B yg selamat dengan menghadapi kemudahan dengan penuh persiapan.

Apalah salahnya berusaha. Ayok kita buang bersama sama rasa sombong, walaupun sulit dan godaan syaitan itu sangat kuat. Daripada tidak berusaha sama sekali untuk membuang rasa ini. Agar hati bersih dan hati ini menjadi “kalbun salim”. Hati yg bersih dari penyakit hati.

Dengan hati yg bersih maka kita akan lebih dekat denga  Allah dan dengan kita dekat dengan Allah maka apa yg kita minta akan lebih mudah dikabulkan. Amiiin