jalanankosong

raihlah mimpimu


Tinggalkan komentar

jalan jalan ke Gunung

Naik gunung lagi jadi tren belakangan ini. Naik gunung berarti meninggalkan kendaraan bermotor untuk berjalan menaiki bukit bukit tinggi, melewati hutan hutan dan padang rumput menginap di atas gunung, untuk mencapai puncak. Banyak orang pergi naik gunung hanya untuk sekedar menyegarkan pikiran, banyak keuntungan yang bisa didapatkan dari mendaki gunung, yaitu :

Gambar

gambar dari http://alfan.presekal.com/filosofi-hidup-dalam-mendaki-gunung/

bisa merasakan matahari terbit dan matahari terbenam kalo beruntung, asalkan kondisi awal mendukung dan kondisi lokasi tempat kita berada saat sunset dan sunrise. Keindahan sunset dan sunrise akan terasa berbeda dengan kita hanya melihat di kota saja, karena hiasan hiasan yang tuhan berikan disekitar matahari ketika terbit atau tenggelam hanya bisa dilihat diatas gunung sana.

Merasakan segarnya udara gunung akan dirasakan selalu, tanpa polusi asap kendaraan, asap pabrik, tapi masih saja bisa kita dapatkan asap rokok 😀 ya bagi para perokok tentunya. Selain itu kita dimanjakan oleh pemandangan atas langit yang indah, bukit bukit dibawah kaki, diselimuti oleh awan tipis atau tebal, pemandangan hijau pepohonan di bawah kita, pemandangan kota kecil kecil di bawah gunung atau di lereng bukit. Indah sekali.

Kalo senang bertualang, kita akan disugukan dengan jalur pendakian yang cukup menantang, jalan menanjak, batu menghadang, hutan tropis ataupun hutan cemara yang lebat, ranting melintang menemani perjalanan kita. kadang kita bisa menemui jembatan setan, yaitu jalan setapak dengan hiasan jurang di kanan kirinya, pasar setan di dataran yang luas diatas gunung, jalan pasir atau berbatu yang menyulitkan kita untuk berjalan. Kawah yang megah serta puncak tertinggi dari gunung tentunya sebagai akhir tujuan kita.

Selain pemandangan alam yang menawan, kita juga akan digembleng masalah fisik dan mental. Karena kita diharuskan berjalan berkilo kilo meter untuk mencapai puncak. Kebersamaan kita juga akan dites di gunung ini. Kebersamaan bersama tim agar perjalanan terasa menyenangkan dan lebih mudah. Serta dengan naik gunung kedisiplinan kita akan terlatih karena waktu waktu yang diambil untuk mendapatkan moment moment tertentu seperti sunrise di puncak atau sunset harus diperhitungkan dan disesuaikan dengan lokasi, agar ketika moment tersebut kita berada di tempat yang tepat.

Pokoknya naik gunung itu menyenangkan. yang jelas kita jadi menikmati dan mengagungkan apa yang telah Allah ciptakan. jaga jaga dan jaga, karena Allah menitipkan dunia ini ke manusia. Jadi, coba deh sekali kali, walaupun capek, tapi semua itu terbayarkan dengan pemandangan yang indah dan kesan yang tak terlupakan.


Tinggalkan komentar

Jalan Mana ya, teka teki sifat

seorang sufi sedang melakukan perjalanan ke sebuah daerah bersama rombongan dari kerjaan. Kemudian setelah hari petang mereka berhenti di sebuah simpang jalan yang menuju ke kanan dan kekiri. Kata orang salah satu jalan itu menuju hutan yang menyesatkan dan satu jalan lainnya adalah jalan menuju tempat yang dituju.

Di temapt itu dikenal dua orang saudara kembar yang hampir tidak bisa debedakan parasnya dan hanya bisa dibedakan dari sifatnya, karena kedua saudara kembar itu memiliki sifat yang sangat bertolak belakang. Saudara yang satu memiliki sifat sangat jujur, dan saudara yang satunya lagi memiliki sifat yang selalu berbohong. Kita sebut saja si bohong dan si jujur.

Ketika muncul satu orang dari saudara kembar itu maka orang sufi menanyakan perihal jalan mana yang harus ditempuh agar selamat sampai tujuan. Siapapun dari rombongan ataupun orang sufi tidak tau orang ini adalah si jujur atau si bohong. Kemudian si sufi menanyakan kepada orang itu. Dan dijawab oleh orang tadi “KANAN wahai orang sufi”.

Dengan tegas dan yakin dan teramat yakin orang sufi itu berkata kepada rombongan kerajaan “besok pagi kita berangkat dan kita ambil jalan ke arah KIRI.”

banyak darianggota rombongan yang meragukan keputusan si orang sufi itu. Dan salah satu mereka memberanikan diri bertanya kepada si orang sufi. “wahai orang sufi mengapa kau yakin sekali bahwa jalan yang benar yang akan mengantarkan kita selamat sampai tujuan kita adalah jalan ke arah KIRI,

Gambar

kemudian kira kira apa argumen dari si orang sufi. Si orang sufi menjawab karena dia tidak tahu orang itu adalah si jujur atau si bohong, maka kutanyakan kepada dia, “kalau aku tanya ke saudaramu, mana jalan yang harus kami ambil agar selamat sampai tujuan kami, dan tidak terjebak dalam hutan sesat, dia akan menjawab jalan yang kanan atau yang kiri?”. Jawaban dari si orang itu pastilah kebalikan dari jawaban yang benar.

Mengapa? Ini adalah hukum rumus matematika perkalian. a*(-1)=-a dengan a adalah jawabannya, jadi jawaban dari si bohong dan si jujur pasti dua duanya akan berkata KANAN.

Dengan pertanyaan diatas :“kalau aku tanya ke saudaramu, mana jalan yang harus kami ambil agar selamat sampai tujuan kami, dan tidak terjebak dalam hutan sesat, dia akan menjawab jalan yang kanan atau yang kiri?”.

Ketika ditanyakan kepada si jujur, dia akan menjawab apa yang akan dikatakan si bohong, dan jawaban si bohong adalah KANAN karena dia bohong. Sehingga si JUJUR menjawab KANAN, sesuai dari jawaban si bohong.

Sedangkan kalau kita tanya ke si bohong, maka dia akan memberikan jawaban kebalikan dari jawaban si jujur. Dan si jujur akan bilang jujur dengan mengatakan bahwa jalan yang benar adalah ke KIRI. Sehingga si bohong menjawab KANAN pula.

Sehingga diambil kesimpulan jawaban jalan yang benar untuk dilalui adalah jalan KIRI.

Hehehe cerita ini diambil dari buku cerita abunawas. Dan orang sufi itu adalah abu nawas.


Tinggalkan komentar

3 hati mendidik anak kita

Hari ini jalan-jalan ke Blok M, dapet satu ilmu yang sangat berharga, walaupun belum bisa dipraktekan sekarang, tapi bisa untuk menjadi bekal di masa depan. Tentang mendidik Anak, dari  seorang uztad yang bernama Muhsinin Fauzi.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (tidak mempersekutukan Allah) tetapi orang tuanya lah yang menjadikan dia seorang yahudi atau nasrani atau majusi. [Hadist Al Bukhari].

Dari hadist diatas bahwa yg akan menentukan mau jadi apa anak di masa dewasa adalah orang tuanya, walaupun nantinya sang anak bisa menentukan sendiri masa depannya tapi untuk membentuk dasar pemikiran dan hati anak orangtualah yang berperan sangat penting. Fitrahnya tidak ada yg namanya anak nakal, tapi adanya anak yang dididik tidak baik oleh orangtuanya.

Pernah liat anak sekolah tawuran, sewaktu saya kerja di pembangunan Mall di jakbar, hampir setiam 2 minggu sekali ada anak2 SD yg tawuran, saling lempar batu, saling mencaci dan saling pukul. lain tempat ketika pergi ke kantor pos, pulangnya saya dihadang oleh kerumunan anak smp yang tawuran, senjatanya beda dengan anak SD tadi, ibarat perkembangan peradaban, yang tadinya jaman batu kini menjadi jaman stainless stell, senjata mereka kini adalah gear motor yang diikat dengan tali, lalu diputar putar seperti bangsa bar bar sedang perang.

Mau anak kita jadi anak anak seperti yang saya ceritakan diatas? Tentu tidak. Kita mau anak kita nanti jadi anak yang berbakti dan mulia ahlaqnya bukan. Oleh karena itu besar peran kita sebagai orangtua untuk mendidik anak kita dengan baik.

Beberapa cara untuk mendidik anak dengan baik, adalah dengan 3 hati

  1. sentuh hatinya
  2. didik dengan hati bersih
  3. libatkan Allah msauk ke hatinya

kenapa mesti 3 hati, hadist ini jawabannya..

Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ini terdapat segumpal darah. Apabila segumpal darah itu baik, maka baik pula seluruh anggota tubuhnya. Dan apabila segumpal darah itu buruk, maka buruk pula seluruh anggota tubuhnya.” hadist Al Bukhari

Sentuh hatinya, karena hati itu memegang peranan penting dalam membentuk ahlaq. Jadi jika orang tua ingin membentuk anak yang berahlaq mulia, maka mendidiknya lewat hati.

Buatlah joke joke yg membuat anak selalu menanti kita, dan senang dengan kita. Sentuhlah anak dengan kelembutan, peluk, cium, rangkul dan gandeng mereka dengan penuh cinta. Selalu ada untuk mereka dalam keadaan senang ataupun susah, karena hati sedang terbuka ketika emosi mereka sedang bergejolak, agar kita bisa melindungi mereka dari hal hal yg kurang baik yg datang dari luar dan kita bisa masuk ke hati mereka lebih mudah.

Selain itu dukung dengan logika-logika serta informasi yg akurat dan keilmuan yg cukup agar anak tidak meremehkan orang tuanya. Kita sebagai orang tua boleh terlihat bodoh di depan orang2 tapi jangan sampai terlihat bodoh didepan anak. Inilah kenapa anak biasanya lebih nurut kepada gurunya disekolah daripada dirumah, karena anak menganggap guru itu lebih pandai karena ilmunya.

Menyentuh hati anak itu harus dengan hati yang bersih, kalo kita menyentuh hati anak dengan hati yang kotor maka hati anak juga kan ikut kotor. Hindari nada sombong, ikhlas dalam mendidik, bicara ke anak dengan nada rendah, contohkan jangan hanya bicara.

Seperti kita anak mengambil air pada bak mandi, kalo gayung yg kita gunakan jatuh ke tanah dan kotor, maka air di bak mandi juga akan ikut kotor. Begitu juga hati anak, ketika kita menyentuh hati anak dengan hati kotor maka hati anak juga akan terkontaminasi kotoran sperti hati kita.

Libatkan juga Allah dalam menyentuh hatinya, masukan Allah ke hatinya. Ada seorang ibu anak 10 yang berhasil mendidik anak anaknya menjadi anak yg ahlaqnya mulia. Lalu ditanya kok bisa bu, apa tidak susah mendidik anak sebanyak itu? Saya selalu bangun tiap pagi jam 3 pagi, kemudian sholat 2 rakaat dan meminta kepada Allah agar sya diberi kemudahaan dalam mendidik anak anak saya.

Selalu ajarkan baca doa sebelum melakukan sesuatu pekerjaan, ajarkan bersyukur kepada Allah bila mendapatkan kemudahan, dan ajarkan beribadah kepada Allah tepat waktu dan ajarkan untuk memberikan kebaikan ke alam sekitar karena Allah suka dengan perbuatan itu.

Mudah mudahan kita dapat mendidik anak dengan baik, dan menghasilkan generasi setelah kita yang lebih baik ahlaqnya dari kita, menjadi generasi mulia. amiiin


Tinggalkan komentar

Kebiasaan buruk yg berpangkat

pernah mendengar tentang kebiasaan yg bisa berpangkat, bukan pangkat jabatan lo, tapi pangkat dalam istilah matematika. 1 pangkat 2 = 1, 2 pangkat 4 = 16, 3 pangkat 2 = 9, dan sebagainya. nah kebiasaan itu sering kita lakukan lho.

kebiasaan berpangkat akan semakin besar nilainya kalo semakin sering kita lakukan. mending kalo berupa kebiasaan baik, ini kebiasaan buruk. kalo dalam kebiasaan berpangkat yang baik itu salah satunya sedekah, sedekah akan mendatangkan kebaikan kebaikan yang lain. sedangkan yang buruk salah satunya berbohong.

berbohong adalah kebiasaan buruk berpangkat. ah kalo berbohong demi kebaikan boleh kan? ya boleh boleh aja tapi tanggung sendiri resiko berpangkatnya. memang dalam beberapa kasus kita sering berbohong demi kebaikan, tapi oh.. tapi.. pasti ada kebohongan lagi dibelakang kebohongan yg pertama itu. jadi berhati hatilah.

sikap berbohong ini disebut sebagai orang munafik, dan orang munafik sangat dibenci Allah.

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, … Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” (QS. an-Nisa: 138 dan 145)

Ketika sebut saja namanya Antoh tidak masuk sekolah, Antoh akan berbohong kepada orang tua, bahwa dia berangkat sekolah, kepada guru di sekolah dia bilang ijin sakit. agar kebohongan Antoh itu tidak terungkap maka Antoh menyuap teman teman yang sama sama mbolos agar tidak cerita kesiapa siapa, eh ketemu pamannya di jalan, dia bilang sekolah sedang ada acara jadi pulang cepat. nah lo udah berapa banyak keburukan yang dilakukan.

cape kan kalo berbohong terus. trus gimana dong biar gak cape. yah jangan berbohong. jadilah apa adanya. tapi tunjukan apa adanya yg terbaik dari diri kita. jangan berpura pura menjadi orang lain padahal orang lain itu jauh sekali dari kita. Jangan membuat alasan ketika salah, cukup akui kesalahanmu, kecuali kalo kita difitnah baru kita berdalih. Yakinkan pada diri kalo kebohongan pasti akan terungkap. Sebaik baiknya tupai melompat pastilah akan jatuh juga.

Sehingga dengan selalu tampil apa adanya, tidak beralasan ketika salah dan meyakini pada diri sendiri bahwa semua kebohongan pasti terungkap, pasti insyaAllah kita akan terhindar dari kebiasaan buruk yg berpangkat ini. Amin Ya Allah..


Tinggalkan komentar

Stop Mengeluh Start Sukses

hari senin kemaren siapa yg masih uring uringan menghina hari senen, tandanya kurang bersyukur dengan kerjaan yg dijalani sekarang. siapa yang dikantor masih juga uring-uringan, gampang marah kalo ditanya soal kerjaan, tandanya masih mengeluh tentang kerjaannya. siapa yg kalo turun hujan dengan spontan bilang “aduuuuuhhh hujaan” => mengeluh lagi. siapa yg ketika ban bocor trus teriak ” biantangggggggg guk gukkkk” => mengeluh terus.siapa… Stttooooop

ntar gak selese-selese dong. coba kalo setiap senin kita hadapi dengan ceria, dan ketika di kantor kita juga ceria. pasti kerjaan kita di kantor akan lebih baik, soalnya muka kita sumringah teman kantorpun akan senang kalo dekat dengan kita, bos juga akan senang karena ketika diberi tugas, kita menerima dengan senang hati. Hindarilah mengeluh maka hati kita akan lebih lega dan energi positif akan menyelimuti diri kita.

bayangkan kalo kita selalu mengeluh, dateng ke kantor kena macet, ngomel-ngomel, nyalahin gubernur, nyalahin angkutan kota. baru duduk di kursi dipanggil bos ekspresi kita mengeluh “yah mau apa si bos ini”,  dan ketika menghadap bos kita pasang muka kecut, bos mana yg sebel kalo muka anak buahnya kaya cacing keinjek motor gitu.

yap. STOP mengeluh gak ada gunanya, dengan begitu kesuksesan menanti anda. banyak hal positif yang bisa dilakukan ketika kita berhenti mengeluh. bagaimana caranya agar bisa STOP mengeluh. lakukan tiga hal ini, Biasakan bersyukur atas setiap keadaan, Pikirkan hal positif yg bisa terjadi, dan Bersabar.

Dengan membiasakan diri bersyukur pastilah kita tak akan mengeluh apapun keadaanya, karena kalau kita tidak terbiasa secara reflek umpatan akan muncul ketika menghadapi kondisi yg tidak enak, dan mengumpat adalah keluhan. jadi ketika bersykur sudah menjadi kebiasaan maka kebiasaan mengumpat secara spontan akan hilang dengan digantikan kebiasaan baru yaitu tidak mengeluh.

ketika memperoleh masalah atau musibah, pikirkan hal positif yg bisa terjadi, jangan pikirkan hal-hal negatif tentang situasi itu. yakinlah bahwa Allah punya rencana lain terhadap kejadian itu. dan ketika pikiran kita positif maka terbentuklah energi positif (epos) pada diri kita, kemarahan akan menghilang, dan yg datang adalah ketenangan.

semisal saat kita akan pulang kantor hujan turun, jangan berpikir “yah jalanan bakal macet”, tapi pikirkan saja wah saya jadi bisa lebih lama di kantor, bisa lebih lama ngobrol dan sharing hal positif banyak dengan rekan kerja donk”. dengan pemikiran seperti itu maka kita akan lebih tenang menunggu hujan yg menghadang.

bersabar adalah langkah terakhir, karena tanpa sabar maka epos yg telah kita ciptakan akan segera menguap. sabar ibaratnya pengawet epos yg kita ciptakan. jadi semakin sabar kita, semakin terhindar dari keluhan dan semakin dekat kita dengan kesuksesan.

Alkisah ada dua orang pemuda di kantor yg berbeda, mendapat tugas yang sama, yaitu  meetting di tempat yg dikenal Jalur macet untuk melakukan tender di kantor bapak X. ketika mendapat perintah ini, si A menerima tugas ini dengan keluh kesah mempermasalahkan kemacetan yg akan dihadapi, mukanya pun suram, sedangkan si B menerima ini sebagai tugas mulia karena merasa dipercaya oleh bos. sepanjang perjalanan si A selalu mengeluh, mengumpat dan marah marah kepada mobil lain, apalagi kepada supir angkot yg suka memotong antrian macet. alhasil si A sempat bertengkar dengan supir angkot.

perjalanan si B berbeda sekali dengan si A karena si B melakukan perjalanan dengan senang hati, walaupun macet dia bisa tetap tersenyum, selama perjalanan dia terus menyalakan radio dan mendengarkan acara-acara lucu di radio, jadi walaupun macet tetap tertawa, tanpa pedulikan macetnya.

ketika sampai di tempat yg dituju, muka si A kusut karena sepanjang jalan hanya ngomel ngomel marah marah dan mengeluh, sedangkan si B muka tetap seperti biasa walaupun sedikit lelah karena menghadapi macet, tapi tetap dapat dirasakan epos dari dalam dirinya.  setelah melakukan meetting maka merekapun pulang ke kantor dan melaporkan hasil meetting ke bos mereka masing-masing. dan hasilnya si A melaporkan bahwa dia berhasil mendapatkan tender, dan bos nya tidak memberi dia bonus, sedangkan si B tidak berhasil memenangkan tender dan tetap tidak mendapat bonus, muka si A semakin menjadi jadi suramnya, kenapa saya menang tender tidak mendapatkan bonus, dia pulang sambil membawa beban rasa tidak enak ke rumah. sedangkan si B tetap ceria, pulang dengan ceria, dan bisa tidur nyenyak, walaupun tidak mendapatkan bonus.

kok bisa begitu, ya si bos karyawan A berkata, walaupun kamu menang tender tapi si bapak X bilang meminta ganti rugi karena pusing pusing dan harus masuk rumah sakit setelah melihat muka kamu yang kusam. hihihi


Tinggalkan komentar >

Memberi dan diberi, keduanya merupakan satu kesatuan. tapi diposisi manakah kita, selalu memberi atau selalu diberi. mental apa yg kita punya mental selalu ingin memberi atau mental yang selalu ingin diberi. memberi bukan hanya dengan harta tapi bisa dengan yang lain, seperti senyuman, perbuatan baik, salam.

mental selalu ingin diberi adalah mental tidak pernah mau untuk maju, karena setiap saat kita selalu mengharapkan dan menunggu nunggu pemberian orang lain, mau berangkat kesekolah menunggu ada teman yang mengajak berangkat bareng. mau makan menggu ada yang mentraktir makan dulu, mau buka puasa nunggu ada yang ngasih makan. diberi oleh orang lain boleh boleh saja bahkan kita wajib bersyukur tapi jangan sampai kita memiliki mental ingin selalu diberi, jadilah orang yang memiliki mental selalu i

mental selalu ingin memberi adalah mental yang selalu ingin maju, karena selalu ingin bermanfaat bagi orang lain. selain itu memberi juga mendapatkan pahala.  hadist nabi yang berbunyi

“Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Tangan diatas adalah yg memberi dan tangan di bawah adalah yang menerima”(HR. Muslim)

nabi saja mengajarkan kita untuk memiliki mental memberi, karena itu lebih baik.

mau punya mental suka memberi??

Biasakan. kita harus punya kebiasaaan untuk memberi, ini yang ust. Felixiau sebut sebagai habbit. biasakan untuk memberi dan hindarkan untuk menunggu pemberian. karena ketika kita tidak terbiasa untuk memberi maka akan kesulitan ketika kita akan memberi, entah bingung caranya, bingung berapa yang akan kita beri, bingung apa yang akan kita beli.

lihat saja teman teman kita yang biasa mentraktir, maka ia akan dengan mudahnya membayarkan kita makanan, tapi ketika kita lihat orang yang sering ditraktir pasti akan bingung ketika akan mengundang orang untukdia traktir, bahkan bisa bisa dia berharap ada temannya yang mengajukan donatur (ikut patungan).

senang memberi akan banyak teman, karena teman teman senang dengan orang yang sering ntraktir, betul kan? sebaliknya kalo kita selalu ingin ditraktir pasti kerjaan kita mendekati teman yang suka traktir bukan didekati teman. hayo pilih mana. maka biasakan menjadi orang yg suka memberi, bukan hanya uang tapi senyum, berbuat baik, menyebrangkan orang, membantu teman yang kesulitan itu semua

Ikhlaskan ketika memberi jgn berharap balasan dari orang yang diberi itu. dengan begitu kita akan mudah memberikan kebaikan ke orang lain. menyumbang ke teman yg kesusahan tanpa berpikir dia pernah membantu aku gak ya, atau nanti dia inget aku pernah nolong dia gak ya. kalo berpikir begini kita akan 1000 kali berpikir dahulu sebelum menolong. atau tersenyum, wah dia aja kalo ketemu kita aja gak senyum ngapain kita senyum. <= itu salah, bahkan kita senyum duluan aja, nanti juga dia bakal senyum balik ke kita, pahit pahitnya ya senyum masam juga gak papa.

Lupakan. jangan diingat ingat kebaikan yg kita berikan ke orang lain. memberi uang kepada fakir miskin kemudian selalu kita ingat ingat, takutnya akan timbul riya, setelah itu bisa bisa kita jadi tidak ikhlas ketika orang tidak ada yg menanggapi riya an kita. jadi sebaiknya lupakan. pemberian kita hanya Allah dan kita yang tau.

ingat memberi bukan hanya uang, tapi senyuman, perbuatan baik, dll juga merupakan memberi. asalkan memberikannya kita dengan ikhlas, jangan diingat (lupakan)ingat dan biasakanuntuk selalu memberi. sehingga kita bisa memiliki mental memberi. seperti kisah sahabat ketika akan perang tabuk, rasulullah menyuruh sahabat sahabat untuk bersedekah guna mempersiapkan perang tabuk itu, kemudian para sahabat bersedekah dengan sebaik baiknya sedekah, Uthman bin Affan mensedekahkan 900 ekor unta dan 100 ekor kuda, abu bakar membawa semua harta miliknya, abdulrahman bin auf mensedekahkan 200 auqiyah perak. semua dilakukan karena mereka sudah terbiasa bersedekah (memberi) dengan ikhlas karena Allah dan Rasullnya.


Tinggalkan komentar

air alat bantu menuju syurga

bismillahirrahman nirrahiim,

Air, mungkin sesuatu yang simple. tapi sering kita lupakan. ingat tubuh kita terdiri dari lebih dari 70 persen air, jadi tubuh kita bisa jadi konduktor listrik. tapi bagaimana jadinya kalo kamu kekurangan air dalam tubuh karena jarang minum. haus, dehidrasi, mulut kering, dan yg paling parah adalah kematian.tapi air sering kita sesalkan kehadirannya, terutama ketika hujan datang. pasti kebanyakan kita bilang “yah hujan”, padahal itu salah satu ciri kita sedang kufur nikmat. astaghfirullah..

Image

jangan sampai kita seperti kaum Nuh yang dihancurkan dengan Banjir besar, jangan sampai seperti Firaun yang mati ditelan oleh laut. tapi padahal dengan air itu kita bisa mendapatkan banyak manfaat, banyak pahala dan dicintai Allah dan Rosul, bukan jadi mahluk yang dibenci Allah gara gara air.  jadilah seperti siti hajar yang menemukan berkah dengan menemukan air zam zam,  jadilah seperti SAVERINUS NURAK (Penemu Mesin Pompa Tangan Berkekuatan Tinggi.

salah satunya adalah doa ketika hujan. ada doa yang bagus untuk dibaca pada saat hujan, agar kita tidak kufur nimat, yaitu : اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا Allahumma Shoyyiban Na’fian “Ya Allah turunkanlah hujan yang bermanfaat (HR. Bukhari). insyaAllah kita terhindar dari kufur nikmat dan juga agar kira diberkahi rahmat oleh Allah dengan hujan ini karena “Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa ketika waktu adzan dan doa ketika waktu hujan”. (HR. Hakim/dishahihkan oleh Adz-Dzahabi).

dua, jaga air kencing kita, karena salah satu penyebab siksa kubur adalah kita kurang menjaga air kencing ketika buang air kecil. sabda nabi :

1.Rosululloh SAW bersabda di Hadis Ibnu Majah:
“Kebaanyakan siksa kubur adalah dari air kencing”

2.Rosululloh SAW bersabda di Hadis Muslim:
“Sesungguhnya kedua orang ini di siksa kubur bukan karena perkara besar.yang pertama karena tidak menjaga dari percikan kencing….”

3.Rosululloh SAW bersabda di Hadis Daraqutni:
“Bersihkanlah dirimu dari kencing,karena kebanyakan siksa kubur disebabkan oleh kencing”

yang ketiga, bacalah basmalah ketika akan minum, dan jangan minum sambil berdiri.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Jika salah seorang dari kamu hendak makan, hendaklah makan dengan tangan kanan. Dan apabila ingin minum, hendaklah minum dengan tangan kanan. Sesungguhnya syaitan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim)

Apabila seseorang di antara kamu minum dan memakan makanan, katakanlah ‘Bismillah’. Apabila lupa pada permulaannya, katakanlah ‘Bismillahi fii awwalihi wa aakhirihi.’(HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

 bacaan lengkap silahkan dilihat disini

keempat, mandipun kita dengan air, menyegarkan, dan setiap akan masuk kamar mandi hendaknya membaca doa masuk kamar mandi, “ALLOHUMMA INNIII A’UDZUBIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAAA-ITS”

insyaAllah jika kita melakukan itu semua kita akan mendapat pahala dan dilindungi oleh Allah dari goodaan seytan dan dicintai oleh rosul karena menjalankan sunnahnya. amiin. semoga bermanfaat.